10 Hewan dengan Proses Melahirkan yang Aneh

Hewan seperti juga manusia harus berkembang biak, tapi cara berkembang biak setiap hewan berbeda-beda bergantung pada kelasnya. Tidak semua hewan dikelas yang sama berkembang biak dengan proses yang sama, bahkan sangat berbeda. Berikut ini 10 proses melahirkan anak hewan yang aneh.

1. Hiena

Mamalia karnivora yang aktif di malam hari dan sangat ditakuti di kawasan Afrika dan Asia. Hiena berkembang biak dengan cara melahirkan 2 hingga 6 bayi, tapi dalam proses melahirkannya Hiena betina harus menggali lubang di dalam tanah terlebih dahulu.

2. Platypus

Mamalia karnivora yang sering ditemui di kawasan Australia secara fisik Platypus sering dianggap mirip dengan bebek karena memiliki selaput pada kakinya, dan paruhnya yang panjang. Cara berkembang hewan semi-akuatik ini terbilang unik sebab tidak seperti kebanyak mamalia yang melahirkan, Platypus justru bertelur. Setelah Platypus betina mengerami telurnya, maka bayi akan menyusui pada induknya.

3. Ekidna

Mamalia insektivora yang sering ditemui di Papua dan Australia secara fisik Ekidna dianggap mirip dengan landak karena tubuhnya kecil dan dipenuhi duri. Hewan yang memiliki moncong panjang dan runcing ini ternyata cara berkembang biaknya mirip Platypus, yaitu bertelur. Setelah Ekidna betina mengerami telurnya, maka bayi Ekidna akan menyusui pada induknya.

4. Hiu martil

Hewan karnivora yang bentuk kepalanya menyerupai martil ini ternyata berkembang biak cara yang berbeda dengan pisces pada umumnya. Sebab hewan yang masuk golongan ikan ini masuk berkembang biak dengan cara melahirkan dalam setahun hiu martil melahirkan 20 hingga 40 anak.

5. Salmon

Hewan karnivora ini berkembang biak seperti kebanyakan pisces yaitu dengan cara bertelur. Namun, ada perbedaan dengan kebanyakan reproduksi ikan, dimana salmon betina akan bertahan hidup untuk menjaga sarangnya hingga telur menetas. Tapi kebanyakan justru mati setelah bertelur karena kelelahan akibat perjalanan panjang menuju perairan air tawar tempat salmon betina dilahirkan.

6. Kuda laut

Hewan karnivora yang bentuk menyerupai huruf S ini memang berkembang biak seperti kebanyakan pisces yang bertelur. Tetapi telur dierami di dalam perut kuda laut pejantan dan setelah masa pengeraman bayi kuda laut akan keluar.

7. Gurita

Hewan moluska yang memiliki tentakel ini ternyata berkembang biak sekali dalam hidupnya dengan cara bertelur. Sebab sebagian besar Gurita jantan mati setelah masa kawin, dan jika telur tersebut diberikan kepada betinanya maka betina akan menjaga telurnya selama masa pengeraman. Namun, tidak lama setelah telur menetas biasanya Gurita betina mati karena kelelahan menjaga telur, dan juga tidak mencari makan selama masa pengeraman.

8. Cumi-cumi

Hewan moluska yang memiliki delapan lengan ini berkembang biak dengan cara yang tidak jauh berbeda dengan Gurita. Dimana sebagian besar pejantannya mati setelah masa kawin, dan setelah betina selesai menetaskan telur, maka cumi-cumi betina akan mati.

9. Penguin

Hewan karnivora yang dikenal tidak bisa terbang ini memang berkembang biak seperti kebanyakan aves yang bertelur. Tetapi setelah betina mengeluarkan telurnya ternyata telurnya akan dierami oleh pejantan dan setelah masa pengeraman telur akan menetas dan bayi penguin akan keluar.

10. Mayflies (Lalat Capung)

Hewan insekta ini disebut-sebut sebagai hewan yang memiliki siklus hidup paling singkat. Sebab setelah pembuahan dan melahirkan waktu hidup terpanjang serangga ini hanya sehari hingga dua hari saja. Mayflies jantan yang menemukan betinanya lalu melakukan pembuahan kemudian mati setelahnya. Sementara Mayflies betina akan mati setelah telurnya menetas.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.