Profil Provinsi Sulawesi Tengah: Sejarah, Geografis, Adat Istiadat dan Kesenian

Sulawesi Tengah merupakan provinsi yang ada di tengah Pulau Sulawesi di Indonesia. Provinsi ini memiliki Ibukota di Kota Palu. Wilayah provinsi ini memiliki luas 61.841,29 km² dengan jumlah penduduk sekitar 2.831.283 jiwa di tahun 2014.

Sulawesi Tengah mempunyai wilayah yang paling luas di seluruh provinsi yang ada di Sulawesi. Jumlah penduduknya adalah terbanyak kedua setelah Provinsi Sulawesi Selatan.

Sejarah Provinsi Sulawesi Tengah

Daerah provinsi Sulawesi Tengah sebelum berada di bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda adalah kerajaan yang memiliki 15 kerajaan. Kerajaan ini dikenal dengan delapan kerajaan di barat dan tujuh kerajaan di timur. Sejak tahun 1905, seluruh daerah Sulawesi Tengah sudah dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda.

Pemerintahan ini membuat pusat pemerintahan. Ketika pemerintahan Hindia Belanda tidak lagi berkuasa, pemerintah pusat membagi Sulawesi Tengah ke dalam tiga bagian. Kemudian sistem pemerintahan membuat beberapa wilayah mengalami pemekaran dan wilayah ini terbagi lagi ke 14 daerah.

Kondisi Geografis Provinsi Sulawesi Tengah

Daerah provinsi Sulawesi Tengah di bagian utara dibatasi dengan provinsi Gorontalo dan Laut Sulawesi. Di bagian timur dibatasi oleh provinsi Maluku. Di bagian selatan dibatasi oleh Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Di bagian tenggara dibatasi dengan Sulawesi Tenggara. Di sebelah barat dibatasi oleh Selat Makassar.

Hidrografi Provinsi Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah mempunyai beberapa sungai yakni Sungai Lariang yang sangat populer untuk olahraga arung jeram, Sungai Palu dan Sungai Gumbasa. Ada juga danau yang terkenal menjadi tempat wisata yaitu Danau Lindu dan Danau Poso.

Sulawesi Tengah mempunyai beberapa daerah konservasi yakni suaka margasatwa dan suaka alam serta hutan lindung. Hutan lindung ini mempunyai koleksi flora dan fauna yang unik serta digunakan sebagai tempat penelitian oleh naturalis dan ilmuwan.

Iklim Provinsi Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah mempunyai iklim tropis karena dilewati oleh garis khatulistiwa yang ada di bagian utara. Wilayah ini memiliki iklim yang berbeda dengan Bali dan Jawa serta Pulau Sumatera. Musim kemarau yang ada di Sulawesi Tengah terjadi pada bulan Oktober sampai Maret.

Sedangkan musim hujan terjadi pada bulan April sampai September. Curah hujan rata-rata di wilayah ini antara 800-3.000 milimeter per tahun. Ini adalah curah hujan paling rendah yang ada di Indonesia.

Suhu udara di wilayah ini memiliki kisaran antar 25-31° Celsius di wilayah dataran. Pantai memiliki tingkat kelembapan 71-76%. Sedangkan di area pegunungan, wilayah ini memiliki suhu 16-22° Celsius.

Flora dan Fauna Provinsi Sulawesi Tengah

Sulawesi adalah zona perbatasan yang unik di daerah Asia Oceania. Flora dan fauna yang ada di Sulawesi sangat berbeda dengan jenis flora dan fauna yang berada di Asia. Flora dan fauna juga berbeda dari wilayah Australia, Pulau Timor, dan Papua. Garis yang memisahkan zona ini dinamakan dengan Wallace Line.

Flora dan fauna yang khas disebut dengan Wallacea karena ditemukan oleh Wallace yang merupakan peneliti dari Inggris. Sulawesi mempunyai flora dan fauna yang khas. Binatang yang asli dari pulau ini adalah babi rusa, monyet tonkena, anoa, kuskus marsupial, dan burung maleo.

Hutan yang berada di Sulawesi juga mempunyai ciri-ciri yang khas. Kebanyakan hutan di wilayah ini banyak ditumbuhi dengan kayu agatis dan pinang-pinangan. Flora dan fauna sering dijadikan sebagai kajian ilmiah dan objek penelitian.

Suaka alam dan taman nasional didirikan untuk melestarikan flora dan fauna seperti Cagar Alam Morowali, Suaka Margasatwa yang berlokasi di Bangkiriang, Cagar Alam Tanjung Api, dan Taman Nasional Lore Lindu.

Demografi Provinsi Sulawesi Tengah

Di tahun 2010, jumlah penduduk yang ada di Sulawesi Tengah berjumlah 2.831.283 jiwa. Kabupaten yang memiliki jumlah penduduk paling banyak di provinsi ini adalah Kabupaten Parigi Moutong yang mempunyai jumlah penduduk 449.157 jiwa. Kota yang memiliki jumlah penduduk paling banyak adalah kota Palu yakni 362.202 jiwa.

Di tahun 2010, laju pertumbuhan penduduk yang ada di Sulawesi Tengah adalah 1,95%. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk yang berada di pesisir adalah 60%, di pedalaman adalah 30%, dan di kepulauan adalah 10%.

Sumber utama yang digunakan untuk mata pencaharian penduduk adalah pertanian dan mayoritas penduduk menanam padi. Cengkeh, Kakao, Kelapa, dan Kopi adalah tumbuhan perdagangan yang menjadi unggulan dari wilayah ini. Hasil hutan yang paling banyak adalah rotan, ebony, meranti, dan agatis.

Adat Istiadat Provinsi Sulawesi Tengah

Di daerah pedesaan, ada seorang ketua adat yang memimpin desa tersebut serta kepala desa. Ketua adat akan memberikan aturan berupa hukum adat. Bagi masyarakat yang melanggar hukum adat tersebut harus membayar denda dengan kerbau. Masyarakat sering menyelenggarakan upacara adat dengan mempersembahkan telur, tuak, beras, dan ayam putih. Upacara ini dilakukan untuk menyambut tamu.

Kesenian Provinsi Sulawesi Tengah

Tarian dan musik yang ada di Sulawesi Tengah sangat bervariasi dari daerah yang satu ke daerah yang lain. Musik tradisional ini menggunakan instrumen seperti jimbe, lalove, kakula, dan gong. Alat musik ini hanya digunakan untuk hiburan dan tidak menjadi ritual keagamaan.

Etnis Kaili yang berada di pantai barat menampilkan kesenian yang sebenarnya merupakan bagian dari upacara kematian. Banyak tarian yang ditampilkan dalam sebuah festival. Festival ini digunakan untuk menarik banyak wisatawan. Salah satu tarian yang sangat terkenal adalah Tari Dero.

Tarian tradisional Dero merupakan tarian yang dilakukan perempuan dan laki-laki. Mereka saling memegang tangan dan membuat pola lingkaran. Tarian ini sebenarnya berasal dari kebiasaan yang dilakukan oleh bangsa Jepang ketika menjajah bangsa Indonesia.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.