Profil Provinsi Riau : Lambang, Sumber Daya, Perekonomian, dan Demografi

Riau merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang terletak di kepulauan Sumatera dengan ibu kotanya Pekanbaru. Riau berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan (Timur), Sumatera Barat dan Sumatera Utara (Barat), Jambi dan Selat Berhala (Selatan) serta Kepulauan Riau dan Selat Malaka (Utara).

Riau memiliki luas wilayah 111.228,65 km persegi dimana luas tersebut sudah termasuk Kepuluan Riau dan juga lautnya. Provinsi Riau memiliki iklim tropis basah yang dipengaruhi oleh musim hujan dan musim kemarau.

Lambang Provinsi Riau

Provinsi Riau memiliki lambang perisai dimana di tepinya terdapat mata rantai berjumlah 45. Di dalam perisai tersebut terdapat lukisan, padi, kapas, gelombang laut berjumlah 5, perahu lancang kuning dan juga keris berhulu kepala serindit dengan arti sebagai berikut :

  • Mata rantai 45 : tahun kemerdekaan negara Indonesia
  • Padi dan kapas : simbol kesejahteraan rakyat
  • Gelombang laut 5 : simbol Pancasila sebagai dasar negara Indonesia
  • Perahu lancang : semangat rakyat Riau dalam mencari hasil laut yang melimpah
  • Keris : kepahlawanan rakyat Riau berdasarkan kebijaksanaan dan kebenaran

Sumber Daya Alam Provinsi Riau

Kekayaan alam yang di miliki Provinsi Riau sangat banyak seperti hutan, perkebunan, minyak dan gas bumi, kekayaan sungai dan juga laut. Sumber daya alam tersebut dimanfaatkan oleh pemerintah dengan sistem bagi hasil dengan lingkungan sekitar.

Perekonomian Provinsi Riau

Perekonomian Provinsi terdiri dari beberapa sektor antara lain :

Pertanian dan Perkebunan

Perkebunan yang paling berkembang di Provinsi Riau meliputi perkebunan sawit, karet, kelapa dan jeruk. Perkebunan tersebut ada yang dikelola oleh pemerintah maupun oleh rakyat. Luas perkebunan sawitnya mencapai 1,34 juta hektar serta memiliki 116 pabrik pengolahan kelapa sawit yang mana mampu memproduksi Coconut Palm Oil sebanyak 3.386.800 ton per tahun.

Hutan dan Ikan

Sumber daya alam hutan Provinsi Riau termasuk ekosistemnya dimanfaatkan dengan tujuan sebagai pelindung, pelestarian keanekaragamannya serta sumber daya pembangunan.

Pertambangan

Hasil tambang yang melimpah di Provinsi Riau yaitu minyak dan gas bumi serta batubara.

Perindustrian

Kekayaan alam yang melimpah menjadikan Riau sebagai pusat industri yang mengolah beberapa hasil alam seperti Kelapa Sawit, Karet, Kayu, Plastik dan Kopra.

Selain beberapa sektor diatas, Riau juga menjadi satu – satunya provinsi yang memiliki transportasi udara yaitu PT. Riau Airline. Hal ini bertujuan untuk membantu dan menjangkau daerah – daerah yang sulit untuk diakses.

Kesenian dan Kebudayaan Provinsi Riau

Riau juga memiliki kekayaan budaya dan seni yang beragam, seperti :

  • Tarian : Tarian Serampang Dua Belas, Gamelan, Lancang Kuning, Makan Sirih, Pembubung, Zapin dan Joged Lambak.
  • Musik : Musik Kompang Bengkalis, Calempong Kampar, Berdah Rengat, Gong Tanah Sibunguik dan Gambus Melayu.

Demografi Provinsi Riau

Melengkapi kekayaan budayanya, Riau juga memiliki beragam suku, bahasa dan agama antara lain sebagai berikut :

  • Suku : Melayu, Bugis, Batak, Minangkabau, Banjar, Tionghoa, Sunda dan Jawa.
  • Bahasa : Indonesia, Minang dan Melayu.
  • Agama : Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindhu dan Konghucu.

Pendidikan di Provinsi Riau

Lembaga Universitas Riau, Universitas Islam Riau, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Universitas Lancang Kuning, Universitas Muhammadiyah Riau juga memiliki Politeknik Caltex Riau, lembaga pendidikan dan pelatihan lainnya.

Pemerintahan Provinsi Riau

Provinsi Riau menjadi provinsi terkaya di Indonesia berkat kekayaan alamnya. Selain itu Riau juga memiliki 12 kabupaten yaitu Bengkalis, Tembilahan, Rengat, Bangkinang, Teluk Kuantan, Pangkalan Kerinci, Bagansiapiapi, Pasir Pengaraian, Siak Sri Indrapura, Selat Panjang dan Pekanbaru.

Namun dari ke 12 kota tersebut terdapat beberapa kota besar yang terkenal berkat kekayaan alam dan juga dari segi perekonomiannya seperti Pekanbaru. Ibu kota dari Provinsi Riau ini termasuk kota yang memiliki tingkat migrasi tertinggi.

Selain itu, menjadi juga menjadi kota dagan multi etnik yang berkembang pesat yang akhirnya justru bisa dimanfaatkan sebagai modal sosial untuk mensejahterakan masyarakatnya. Pekanbaru juga memiliki bandara internasional yaitu Bandara Sultan Syarif Kaim II juga memiliki 2 pelabuhan yaitu Pelita Pantai dan Sungai Duku.

Kota kedua adalah Dumai. Berada sekitar 188 km dari Pekanbaru. Sektor yang berkembang di kota ini meliputi industri, perdagangan, peternakan, pertanian yang dikembangkan sebagai agrobisnis.

Ada juga budidaya tambak meliput ikan mas, gurami, patin dan hias. Untuk kelautan, Dumai memiliki komoditas unggulan ekspor seperti kakap putih, kepiting rajungan, bawal serta pemulihan hutan mangrove.

Kota ketiga yaitu Selat Panjang. Ibukota Kepulauan Meranti dan ibu kota kecamatanTebing Tinggi ini merupakan kota transit untuk trasnportasi laut dari Pekanbaru ke Batam. Dibuka juga jalur khusus menuju Batu Pahat, Malaysia dengan jarak tempuh sekitar 1,5 – 2 jam perjalanan.

Kota Selat Panjang populer dengan sebutan Kota Sagu karena menjadi daerah terbesar penghasil sagu di Indonesia. Selain itu juga menjadi pusat budidaya sarang burung Walet yang diekspor ke Singapura dan China.

Kota keempat adalah Bagansiapiapi. Merupakan kota yng mendapat peringkat kota terbersih ke 2 di Riau. Terletak di Sungai Hokan yang mana menjadi lokasi strategis lalu lintas perdagangan internasional karena berdekatan dengan Selat Malaka.

Kota kelima yaitu Bengkalis. Berada di lokasi yang strategis karena dilewati oleh jalur perkapalan internasional menuju Selat Malaka. Bengkalis juga merupakan penghasil minyak bumi dan gas terbesar di Riau dan di Indonesia yang mana menjadi sumber tersesar APBD nya. PT. Caltex Pacific Indonesia menjadi perusahaan yang menekplorasi minyak tersebut.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.