Profil Provinsi Papua : Sejarah, Penduduk dan Obyek Wisata

Papua adalah provinsi dengan wilayah terluas di Indonesia. Luas wilayah provinsi yang terletak di tengah Pulau Papua ini mencapai 309.934 kilometer persegi. Untuk mengetahui lebih banyak tentang Provinsi Papua, mari kita baca bersama uraian berikut.

Sejarah Provinsi Papua

Nama provinsi Papua memiliki sejarah yang cukup panjang. Wilayah yang terletak di pualu kedua terbesar di Indonesia ini beberapa kali mengalami pergantian nama. Pergantian nama tersebut terjadi karena berbagai macam hal, antara lain karena unsur politis.

Asal nama Papua pertama kali berasal dari sebutan yang diberikan oleh penduduk Kerajaan Tidore, “papa-ua”. Papa-ua dalam bahasa Tidore berarti tidak bersatu. Maksudnya ialah bahwa di wilayah Papua ini tidak ada raja yang memerintah. Dalam bahasa Melayu, Papua juga memiliki arti, yaitu “berambut keriting”.

Masyarakat Papua menerima dengan baik nama tersebut. Karena memang sesuai dengan keadaan pemerintahan dan juga ciri – ciri fisik mereka.

Selanjutnya pada tahun 1528, seorang pimpinan Spanyol bernama Alvaro de Savedra, berhasil menancapkan jangkar di Kepulauan Papua. Iapun menyebut kepulauan tersebut dengan nama Papua Isla de Oro, yang artinya Pulau Emas. Terkenal dengan sebutan tersebut, membuat pulau Papua banyak didatangi oleh pelaut – pelaut Eropa lain yang ingin mencari emas di Papua Isla de Oro.

Pada tahun 1545, pulau Papua disebut dengan Nueva Guinea oleh seorang pelaut asal Spanyol. Nama tersebut diberikan karena pelaut tersebut melihat kesamaan ciri – ciri fisik penduduk pulau Papua dengan penduduk asli wilayah Guinea di Afrika. Nama Nueva Guinea pun terkenal di seluruh dunia hampir selama 2 abad, khususnya di negara-negara Eropa.

Pada tahun 1946, seorang wakil dari pulau papua bernama Frans Kaisepo mengganti nama Nueva Guinea menjadi Irian. Ia mendapat nama tersebut dari bahasa Biak. “Iri” artinya tanah, dan “an” yang artinya panas. Sebutan Irian ternyata juga memiliki arti lain dalam bahasa Merauke yang artinya bangsa yang diangkat tinggi.

Nama Irian berubah kembali menjadi Irian Barat tahun 1963 dan resmi menjadi bagian dari negara Indonesia pada tahun 1969. Namun pada 1 Maret 1973 nama tersebut diganti kembali secara resmi oleh Presiden Soeharto menjadi Irian Jaya.

Pada saat era reformasi, masyarakat menuntut adanya perubahan nama Irian Jaya menjadi Papua. Hal tersebut dipenuhi oleh presiden masa itu, Abdurrahman Wahid. Nama Papua pun resmi kembali digunakan pada 1 Januari 2000.

Penduduk Provinsi Papua

Jumlah penduduk Provinsi Papua ialah sebesar 2.831.381 orang yang terbagi ke dalam 29 wilayah, yaitu 2 kota dan 27 kabupaten. Pemerintahan di Papua dipimpin oleh seorang Gubernur dan 1 Wakil gubernur. Ada 25 suku asli di Papua. Masing – masing memiliki bahasa yang berbeda. Suku – suku tersebut antara lain Asmat, Dani, Korowai, Ansus, Ayamaru, Empur, hatam, dan Sentani.

Lebih dari 50% masyarakat Papua beragama Protestan. Sisanya menganut agama Katolik, Islam, Hindu dan Budha. Lagu tradisional yang terkenal dari provinsi ini ialah Apuse dan Yamko Rambe Yamko.

Masyarakat Papua menggunakan senjata tradisional berupa belati serta busur dan panah. Pisau Belati yang menjadi senjata utama masyarakat Papua ini terbuat dari tulang burung kasuari. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat anak panah yang juga merupakan senjata di papua ialah tulang kangguru atau bisa juga menggunakan bambu.

Jika membicarakan tentang penduduk suatu wilayah tertentu, tak lengkap rasanya jika tidak membicarakan juga mengenai makanan khas. Setiap wilyah di Indonesia memiliki makanan khas masing – masing, demikian pula dengan Papua. Papua memiliki makanan khas berupa bubur sagu yang biasa disajikan dengan ikan tongkol. Makanan tersebut dikenal dengan nama Papeda.

Alat musik ciri khas Provinsi Papua ialah Tifa. Bentuknya mirip dengan alat musik kendang. Terbuat dari kayu yang sudah dilubangi dan salah satu sisinya ditutup dengan kulit rusa. Tifa biasa digunakan untuk mengiringi tarian perang di papua.

Obyek Wisata di Provinsi Papua

Papua merupakan wilayah yang memiliki keindahan alam luar biasa. Beberapa di antaranya bahkan telah terkenal hingga ke mancanegara. Alam Papua merupakan obyek wisata yang keindahannya hampir tak dapat ditandingi oleh wilayah – wilayah lain. Obyek wisata tersbut antara lain:

Danau Sentani

Danau sentani merupakan danau yang termasuk dalam wilayah Pegunungan Cagar Alam Cyclops. Memiliki luas hingga 9.360 hektar menjadikan danau ini sebagai danau terluas di Papua. Terdapat 21 pulau kecil di danau ini yang dapat anda kunjungi dengan menggunakan perahu wisata. Pada setiap bulan Juni diadakan Festival danau Sentani yang berisi tarian – tarian adat, dan juga sajian makanan khas Papua.

Danau Paniai

Danau ini pertama kali ditemukan pada tahun 1938 oleh seorang pilot Belanda. Terletak di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut, membuat udara di sekitar kawasan danau ini sangat sejuk. Keindahan danau ini sangat luar biasa, hingga dinobatkan menjadi danau terindah pada Konferensi danau sedunia tahun 2007.

Sebagai obyek wisata, Danau Paniai memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Sebut saja pos jaga, tempat persewaan perahu, persewaan alat pancing, dan beberapa tempat makan.

Lembah Baliem

Lembah yang berada di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut ini merupakan tempat tinggal bagi suku Dani, Lani dan Yali. Jika anda berkunjung ke obyek wisata ini pada bulan Agustus, anda akan daapat mengikuti festival Lembah Baliem, yang pada awalnya merupakan cara pemerintah untuk merukunkan masyarakat anatar suku di wilayah ini.

Pantai Bosnik

Tempat wisata di Provinis papua satu ini tidak kalah indahnya dengan tempat wisata yang lain. Di pantai ini anda bisa menikmati keindahan pantai hanya dengan membayar 10.000 rupiah.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.