Profil Provinsi Nusa Tenggara Barat: Sejarah, Logo dan Potensi

Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu provinsi yang berada dalam wilayah NKRI. Letaknya sangat strategis berada di tengah-tengah lalulintas pelayaran Aceh dan Kupang, yang membuat Nusa Tenggara Barat diuntungkan secara ekonomi.

Nusa Tenggara Barat juga diapit Selat Makasar dan Selat Lombok yang menjadi lalulintas distribusi bahan bakar dari Timur Tengah dan mineral logam dari Australia yang membuat salah satu provinsi di kepulauan Nusa Tenggara ini semakin ramai.

Profil Provinsi Nusa Tenggara Barat

Provinsi Nusa Tenggara Barat beribukota di Mataram. Sebelum menjadi salah satu provinsi di wilayah Indonesia, Nusa Tenggara Barat tergabung lebih dulu dalam wilayah Indonesia Timur. Namun pada tahun 1958, tepatnya setelah disahkannya UU nomor 64 Tahun 1958 tertanggal 14 Agustus 1958, Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi dikukuhkan. Dengan gubernur pertama saat itu dijabat oleh AR. Moh. Ruslan Djakraningrat.

Letak geografis Nusa Tenggara Barat berbatasan dengan beberapa wilayah diantara pada bagian utara berbatasan dengan laut Flores. Pada bagian selatan, Nusa Tenggara Barat berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Sementara pada bagian barat, provinsi Nusa Tenggara Barat dibatasi oleh Provinsi Bali. Dan di bagian timur, provinsi Nusa Tenggara Barat berbatasan langsung dengan provinsi lain dari kepulauan Nusa Tenggara yakni Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebagian besar penduduk Provinsi Nusa Tenggara Barat berasal dari suku Sasak. Hal ini berdampak pada bahasa sehari-hari yang digunakan lebih banyak adalah bahasa Sasak dan Sumbawa. Agama mayoritas yang dipeluk penduduk Nusa Tenggara Barat adalah Islam sebanyak 96%.

Setelah Islam ada juga Kristen, Hindu dan Budha. Salah satu keunggulan yang sekaligus menjadi ciri khas dari Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Kerbau Lumpur yang menjadi komoditi ekspor unggulan hingga ke luar negeri seperti Malaysia.

Sejarah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Perkembangan Provinsi Nusa Tenggara Barat seperti sekarang ini tidak bisa dilepaskan dari sejarahnya sejak zaman kerajaan. Nusa Tenggara Barat pernah mengalami pendudukan kerajaan Majapahit saat Gajah Mada menjadi mahapatih yang melaksanakan sumpahnya untuk menaklukkan nusantara.

Setelah Majapahit mengalami keruntuhan, banyak wilayah yang pernah berada dalam naungan Majapahit merdeka tidak terkecuali Nusa Tenggara Barat.

Setelah menjadi wilayah merdeka di bawah naungan Majapahit, Nusa Tenggara Barat berada dalam pengaruh Islam sebagai dampak dari berkembangnya kekuasaan kerajaan Demak. Pengaruh Islam di Nusa Tenggara Barat tidak lepas dari upaya yang dilakukan oleh Raden Paku dalam rangka menyebarkan agama Islam ke seluruh nusantara. Hingga hal ini memberikan pengaruh yang cukup kuat pada agama yang dianut penduduk Nusa Tenggara Barat saat ini.

Sejarah Nusa Tenggara Barat juga tidak bisa dilepaskan dari perjuangan untuk membentuk rovinsi Nusa Tenggara Barat. Perjuangan tokoh-tokoh masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk membuat Provinsi Nusa Tenggara Barat ini baru bisa diwujudkan sejak tahun 1958.

Sejak pembentukannya 58 tahun yang lalu, Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menaungi 9 kabupaten dan 2 kota yang membuatnya berkembang pesat dan mampu bersaing dengan provinsi lainnya di Indonesia.

Logo Provinsi Nusa Tenggara Barat

Provinsi Nusa Tenggara Barat menggunakan lambang perisai yang didampingi 6 unsur penyusunnya yakni menjangan, padi, kapas, bintang, kubah dan juga gunung. Perisai ini sebagai perlambang dari jiwa kepahlawanan.

Sementara bintang yang berjumlah 5 sebagai perlambang pancasila yang menjadi landasan penyelenggaraan pemerintahan. Dan padi juga kapas menunjukkan tanda kesejahteraan sekaligus penanda tanggal pendirian Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Rantai yang dibuat sejumlah 4 bulatan dan 5 berbentuk persegi menandakan sebagai 45 tahun kelahiran UUD 1945. Sementara menjangan menunjukkan ciri khas binatang yang banyak hidup di Pulau Sumbawa.

Gambar gunung menunjukkan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah wilayah tempat berdirinya Gunung Rinjani. Sementara kubah melambangkan bahwa penduduk Provinsi Nusa Tenggara Barat memegang teguh ajaran masing-masing agama yang dianutnya.

Pada lambang Provinsi Nusa Tenggara Barat menggunakan beberapa warna seperti biru, hijau, putih, kuning hingga hitam dan merah yang memiliki makna tersendiri. Biru melambangkan kesetiaan pada NKRI.

Sementara hijau melambangkan kemakmuran dan warna putih melambangkan kesucian hati masyarakat Nusa Tenggara Barat yang selalu taat untuk menjalankan ajaran agama yang dianutnya. Kuning melambangkan kejayaan, hitam sebagai keabadian dan merah untuk keberanian.

Potensi Provinsi Nusa Tenggara Barat

Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki potensi yang sangat besar dalam menghasilkan komoditi peternakan. Beberapa komoditi peternakan yang banyak dikembangkan antara lain kambing, itik, ayam buras dan domba.

Sapi juga menjadi komoditi ternak yang sangat penting di Nusa Tenggara Barat karena sapi Bali yang dikembangkan telah menembus pasar negara-negara ASEAN. Selain itu Nusa Tenggara Barat juga memiliki kerbau lumpur yang menjadi andalannya.

Kerbau lumpur ini banyak dikembangkan di Nusa Tenggara Barat karena ketahanannya terhadap berbagai macam kondisi lingkungan. Bahkan kerbau lumpur ini termasuk kerbau yang sangat kuat dalam proses pengangkutan yang membuat kerbau ini banyak dikirim ke berbagai wilayah di jawa dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Selain memiliki potensi ternak, Provinsi Nusa Tenggara Barat juga memiliki potensi wisata yang juga mendukung gerak perekonomian semakin maju.

Salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata banyak turis lokal hingga mancanegara adalah Lombok Tengah. Daerah ini memiliki wisata alam yang luar biasa seperti pantai-pantai yang memiliki keindahan pemandangan alam luar biasa dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Selain itu terdapat tujuan wisata tradisional Dusun Sade dan Tansang-Angsang yang masih memiliki budaya sangat kuat suku Sasak dengan berbagai kebiasaan tradisionalnya seperti tenun dan gerabah.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.