Profil Provinsi Kepulauan Riau: Sejarah, Batas Wilayah dan Potensi Daerah

Provinsi Kepulauan Riau adalah merupakan provinsi ke 32 di Indonesia sesuai yang tertera pada undang-undang nomor 25 tahun 2002. Provinsi ini terdiri dari lima kabupaten dan dua kota diantaranya yaitu Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kota Tanjungpinang, dan Kota Batam.

Provinsi Kepulauan Riau memiliki 274 desa/kelurahan yang tersebar di 47 kecamatan dengan jumlah pulau sebanyak 2.408 pulau yang terdiri dari pulau besar maupun pulau kecil. Dari seluruh pulau tersebut 30% masih belum mempunyai nama dan belum berpenduduk.

Batas Wilayah

Luas keseluruhan dari Provinsi Kepulauan Riau adalah 252.601 Km2 dimana wilayah daratnya hanya sekitar 4% dan sisanya adalah lautan. Batas wilayah Kepulauan Riau pada bagian utara berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, pada bagian selatan berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi, sementara pada bagian timur berbatasan dengan Malaysia, Brunei, dan Provinsi Kalimantan Barat, sedangkan pada bagian barat berbatasan dengan Singapura, Malaysia, dan Provinsi Riau.

Sejarah Provinsi Kepulauan Riau

Nama Riau diduga berasal dari kata “riuh” yang artinya ramai karena dahulu kepulauan Riau adalah pusat perdagangan yang sangat ramai. Pada era Kolonial, nama Riau ini diubah menjadi Riouw.

Setelah Indonesia merdeka, wilayah Kepulauan Riau disatukan dengan wilayah kesultanan Siak. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari gerakan Ganyang Malaysia yang saat itu diusut oleh presiden Soekarno. Sehingga bisa mempermudah hubungan wilayah dari kepulauan ke daratan sumatera.

Seiring berjalannya waktu, wilayah gabungan dari kepulauan Riau dan Kesultanan Siak berganti nama menjadi provinsi Riau. Dan akhirnya pada tahun 2002 Kepulauan Riau memekarkan diri dan menjadi provinsi Kepulauan Riau yang merupakan provinsi ke 32 di Indonesia.

Hingga saat ini sejarah nama Riau masih menjadi polemik diantara budayawan Riau maupun Kepulauan Riau. Keduanya saling mengklaim sejarah nama Riau dengan versi yang berbeda dari masing-masing provinsi tersebut.

Potensi Daerah Provinsi Kepulauan Riau

Pada masa mendatang diprediksi bahwa Provinsi Kepulauan Riau akan menjadi salah satu pusat perkembangan ekonomi Indonesia. Hal ini dilihat dari letak geografisnya yang begitu strategis yaitu berada di antara laut Cina Selatan dan Selat Malaka serta memiliki kondisi alam yang sangat potensial.

Berikut adalah potensi yang dimiliki oleh Kepulauan Riau yang terbagi dalam beberapa sektor antara lain:

Industri

Kepulauan Riau terdapat berbagai macam industri manufaktur mulai dari skala kecil hingga skala besar dengan didominasi oleh industri elektronik yang meliputi komponen komputer, PBC, alat-alat audio dan video, serta otomotif.

Sementara pada industri barang-barang ringan yaitu garmen, peralatan rumah tangga, dan mainan anak-anak. Sedangkan untuk industri berat banyak terdapat di daerah Bintan, Batam dan Karimun yang diantaranya terdiri dari industri penguliran pipa, peralatan eksplorasi minyak, fabrikasi baja, pra-fabrikasi minyak, dan alat berat.

Kelautan

Dengan memiliki wilayah yang didominasi oleh wilayah lautan, tentu saja membuat Kepulauan Riau sangat memiliki potensi besar dalam mengembangkan perekonomiannya melalui sektor kelautan. Hal ini terbukti dengan banyaknya terdapat usaha budidaya perikanan mulai dari pembenihan hingga penangkapan.

Potensi ekonomi pada sektor perikanan yang paling besar terdapat pada daerah Batam, Bintan, Lingga dan Natuna. Keempat wilayah tersebut memiliki produktifitas yang lumayan besar setiap tahunnya pada perikanan tangkap serta memiliki budidaya perikanan air laut maupun air tawar.

Bahkan di kota Batam sendiri terdapat pusat pembenihan ikan kerapu yang setiap tahunnya mampu menghasilkan jutaan benih. Pusat pembenihan ini tepatnya terletak di Pulau Setoko, Batam.

Selain di keempat daerah tersebut, di Kabupaten Karimun terdapat pula budidaya ikan kakap, budidaya rumput laut, serta kerambah jaring apung yang juga tidak kalah potensialnya.

Peternakan

Pada sektor peternakan di Kepulauan Riau masih difokuskan pada peternakan itik, ayam, sapi, dan kambing. Dan umumnya masih didominasi oleh peternakan-peternakan kecil.

Pertanian

Meskipun hanya memiliki 4% wilayah darat dari total luas keseluruhan wilayah, namun bukan berarti Kepulauan Riau tidak memiliki potensi pada sektor pertanian.

Pada provinsi ini terdapat banyak lahan pertanian yang cukup strategis dan potensial untuk pengembangan berbagai macam produk pertanian seperti palawija, holtikultura, kelapa, kopi, gambir, nenas, cengkeh, kelapa sawit, dan sayur-sayuran. Lahan pertanian strategis ini tersebar hampir diseluruh wilayah Kepulauan Riau.

Pariwisata

Pada sektor pariwisata, Kepulauan Riau bisa dibilang paling potensial di Indonesia, mengingat daerah ini adalah merupakan gerbang wisata mancanegara kedua setelah Pulau Bali. Ini karena provinsi ini sering dikunjungi jutaan wisatawan asing setiap tahunnya.

Objek wisata di Kepulauan Riau tentu saja didominasi oleh wisata pantai yang tersebar di beberapa wilayah seperti pantai Melur dan pantai Nongsa yang terletak di kota Batam.

Di Kabupaten Bintan terdapat pantai Lagoi, pantai Tanjung Berakit, Pantai Trikora, dan Bintan Leisure Park. Sementara di Kabupaten Natuna terdapat wisata bahari seperti snorkeling yang cukup terkenal.

Selain itu, pada Kepulauan Riau juga terdapat objek wisata lainnya antara lain cagar budaya, tarian tradisional, event khas daerah, serta makam bersejarah seperti makam Raja Haji Fisabilillah dan Raja Ali Haji yang merupakan pahlawan nasional.

Dengan objek wisata yang cukup banyak dan digemari oleh para wisatawan, juga didukung oleh tersedianya fasilitas-fasilitas yang memadai untuk menginap seperti hotel. Dari semua daerah di Kepulauan Riau, Kota Batam yang memiliki jumlah hotel paling banyak.

Pertambangan

Pada sektor pertambangan di Kepulauan Riau juga cukup potensial. Sektor pertambangan ini meliputi minyak bumi, gas alam, pasir laut, serta timah.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.