Profil Provinsi Kalimantan Utara: Letak Geografis, Sejarah dan Etnis

Provinsi Kalimantan Utara biasa disingkat atau disebut dengan Kaltara yang beribukota di Tanjung Selor. Provinsi ini terletak di bagian paling utara pulau Kalimantan dan merupakan provinsi termuda dari 34 provinsi di negara Indonesia.

Secara geografis, Kalimantan Utara berbatasan dengan negara tetangga yaitu negara Malaysia bagian Serawak dan Sabah. Pusat pemerintahan Kalimantan Utara terjadi di ibu kota provinsi yakni Tanjung Selor.

Pada survey tahun 2013, jumlah penduduk Kalimantan Utara tercatat sebanyak 738.163 jiwa yang menyebar di tanah seluas 72.567.49 km persegi.

Saat awal dibentuk, Kalimantan Utara memiliki 1 kota dan 4 kabupaten. 1 kota tersebut adalah Tarakan dengan total populasi 239.973, sedangkan 4 kabupaten yang dimaksuda adalah Kabupaten Bulungan yang didiami oleh 226.322 jiwa dengan ibu kota Tanjung Selor, Kabupaten Malinau dengan total populasi 62.460 yang beribu kota di Malinau, Kabupaten Nunukan dengan jumlah penduduk sebesar 140.567 jiwa dan beribu kota di Nunukan serta Kabupaten Tana Tidung yang dihuni oleh 22.841 jiwa dengan ibu kotanya adalah Tideng Pale. Sebelumnya, 1 kota dan 4 kabupaten tersebut adalah bagian dari Kalimantan Timur yang kemudian dialihkan menjadi wilayah Kalimantan Utara berdasarkan UU pasal 7 nomor 20 tahun 2012.

Letak Geografis Provinsi Kalimantan Utara

Posisi Kalimantan Utara sangat menguntungkan jika dilihat dari segi geografis. Kalimantan Utara dilewati oleh jalur pelayaran Alur Laut Kawasan Indonesia II atau biasa disingkat ALKI II. Melalui alur tersebut, kapal-kapal Indonesia akan melakukan pelayaran internasional yang meliputi negara-negara ASEAN dan Asia Pasifik. Sebaliknya, kapal-kapal asing dari kedua negara yang terlibat dalam organisasi tersebut akan singgah ke Indonesia melalui pintu masuk Kalimantan Utara.

Batas Wilayah Provinsi Kalimantan Utara

Adapun batas provinsi kalimantan Utara adalah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan negara Malaysia bagian Sabah
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat dan Timur, Kutai Kertanegara dan Kab. Berau yang merupakan wilayah Kalimantan Timur.
  • Sebelah timur berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Negara Malaysia bagian Serawak

Rincian geografis masing-masing daerah administratif

Luas wilayah administratif secara keseluruhan ± 75.467,70 Kilometer persegi yang terdiri dari :

  • Kabupaten Bulungan seluas 13.925,72 Km2
  • Kabupaten Nunukan seluas 13.841,90 Km2
  • Kabupaten Malinau seluas 42.620,70 Km2
  • Kabupaten Tana Tidung seluas 4.828,58 Km2
  • Kota Tarakan seluas 250,80 Km2

Undang-Undang nomor 20 tahun 2012 tertanggal 25 Oktober 2012 mengenai pemekaran wilayah Kalimantan Utara menetapkan bahwa provinsi ini memiliki 38 kecamatan yang tersebar di 5 wilayah administratif, rinciannya adalah sebagai berikut

  • Kabupaten Bulungan sebanyak 10 Kecamatan
  • Kabupaten Nunukan sebanyak 9 Kecamatan
  • Kabupaten Malinau sebanyak 12 Kecamatan
  • Kabupaten Tana Tidung sebanyak 3 Kecamatan
  • Kota Tarakan sebanyak 4 Kecamatan

Dalam kurun waktu 1 tahun sejak tahun 2012, jumlah kecamatan di provinsi Kalimantan Utara meningkat menjadi 47 kecamatan dengan total desa 473 desa/ kelurahan :

  • Kabupaten Bulungan sejumlah 10 Kecamatan dan 81 Desa/Kel.
  • Kabupaten Nunukan sejumlah 15 Kecamatan dan 240 Desa/Kel.
  • Kabupaten Malinau sejumlah 15 Kecamatan dan 109 Desa/Kel.
  • Kabupaten Tana Tidung sejumlah 3 Kecamatan dan 23 Desa/Kel.
  • Kota Tarakan sejumlah 4 Kecamatan dan 20 Desa/Kel.

Sejarah dibentuknya Kalimantan Utara

Pembentukan provinsi Kalimantan Utara sejatinya telah diwacanakan sejak tahun 2000. Akan tetapi karena beberapa kendala baru dapat direalisasaikan pada tahun 2012. Secara resmi, pembentukan provinsi ini ditandai dengan ditandatanganinya UU no.20 tahun 2012 tertanggal 16 November 2012. UU tersebut disahkan oleh presiden RI menjabat yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang isinya mengenai berdirinya provinsi Kalimantan Utara.

Provinsi Kalimantan Utara adalah provinsi termuda di Indonesia yaitu provinsi ke-34. Sebelumnya, UU yang disahkan masih berbentuk RUU dengan konten yang sama dan telah disetujui oleh rapat paripurna para anggota DPR tertanggal 25 Oktober 2012.

Beberapa bulan setelah pengesahan, tepatnya pada tanggal 22 April 2013 (bertepatan dengan pengesahan 11 daerah otonomi baru—10 kabupaten dan 1 provinsi), pelantikan gubernur Kalimantan Utara atas nama Irianto Lambrie dilangsungkan dibawah komando Mendagri, Gamawan Fauzi di Jakarta.

Dua tahun setelahnya, Mendagri Tjahjo Kumolo melantik Triyono Budi Sasongko yang menjabat sebagai pejabat Gubernur Kaltara.

Tujuan dibentuknya Provinsi Kalimantan Utara

Jika dilihat dari jumlah penduduknya, populasi di Kalimantan Utara terbilang tidak cukup padat, bahkan pada awal dibentuknya kepadatan penduduk adalah 10 jiwa per km persegi. Yang menjadi pertanyaan adalah, jika begitu kenapa provinsi ini dibentuk? Jawabannya adalah untuk memotivasi atau mendorong membaiknya layanan di bidang pembangunan, kemasyarakatan, pemerintahan, dan juga memperpendek jarak kendali pemerintahan utamanya di area-area perbatasan.

Pemerintah pusat sangat berharap munculnya provinsi ini akan menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi pulau Kalimantan utamanya di daerah perbatasan. Sehingga, permasalahan di daerah perbatasan tersebut bisa secara langsung dimonitor dan dikendalikan oleh pemerintah pusat yang bekerjasama dengan pemerintah daerah.

Selain itu, perbaikan perekonomian masyarakat juga sangat diharapkan utamanya bagi para penduduk di daerah yang berbatasan dengan negara tetangga bagian Sabah dan Sarawak.

Etnis provinsi Kalimantan Utara

Suku yang menghuni provinsi Kalimantan Utara adalah 40 % suku Jawa. Penduduk suku Jawa tersebut adalah para transmigran dibawah program transmigrasi dari pemerintah. Selain itu ada pula Suku Bulungan, Tidung, Dayak, Banjar, Bugis, Sunda, NTT, NTB, China dan lain-lain.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.