Profil Provinsi Jawa Barat | Sejarah, Logo, Letak Geografis, dan Potensi Alam

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia, dengan ibukotanya sendiri terletak di Bandung. Berdasarkan temuan arkeologi yang tertua tentang penghuni di Jawa Barat sendiri ditemukan di daerah Anyer melalui ditemukannya budaya dari logam berunggu serta besi. Gerabah dari tanah liat di zaman prasejarah bisa ditemukan mulai dari Anyer hingga Cirebon.

Sejarah Provinsi Jawa Barat

Di abad ke-5 provinsi Jawa Barat sendiri termasuk bagian kerajaan Tarumanegara, Dimana prasasti peninggalan dari kerajaan Tarumanegara sudah banyak tersebar di provinsi Jawa Barat. Terdapat 7 prasasti ditulis berdasarkan aksara Wengi dan juga bahasa Sansekerta dimana sebagian besar prasasti menceritakan raja-raja di Tarumanegara.

Sesudah kerajaan Tarumanegara runtuh karena serangan dari kerajaan Sriwijaya, sesuai prasasti Kapur di tahun 686 M, maka kekuasaan Pulau Jawa bagian barat mulai dari bagian Ujung Kulon hingga Kali Serayu sendiri dilanjurkan Kerajaan Sunda.

Adapun prasasti di masa pemerintahan Kerajaan Sunda tersebut yaitu prasasti Kebon Kopi II pada tahun 932 M. Ibukota dari Kerajaan Sunda sendiri terletak di Pakuan Padjajaran yang saat ini merupakan kota Bogor.

Jawa Barat dalam pengertian administrative sendiri mulai dipakai di tahun 1925 saat Pemerintah dari Hindia Belanda mendirikan Provinsi jawa Barat. Adapun pembentukan dari provinsi tersebut sebagai bentuk pelaksanaan dari Bestuurshervormingwet di tahun 1922, dengan membagi wilayah Hindia Belanda berdasarkan kesatuan-kesatuan dari daerah Provinsi.

Dimana sebelumnya pada tahan 1925, dipakai istilah Soedalandan yakni Tatar Soenda atau berarti Pasoendan, yang menjadi istilah geografi dalam menyebut Pulau Jawa bagian barat pada Sungai Citanduy dan Cilosari dimaa sebagian dihuni penduduk yang memakai bahasa Sunda.

Berdasarkan perkembangan sejarah sendiri, Provinsi dari Jawa Barat ini termasuk provinsi pertama yang dibentuk di Indonesia melalui Undang-Undang nomor 11 tahun 1950, mengenai pembentukan provinsi dari Jawa Barat.

Sekitar 50 tahun semenjak didirikannya provinsi Jawa Barat, wilayah kota atau kabupaten Jawa Barat mulai bertambah sebanyak 5 wilayah, diantaranya Kabupaten Subang pada tahun 1968, Kota Tangerang pada tahun 1993, kota Bekasi pada tahun 1996, Cilegon hingga kota Depok 1999.

Logo Provinsi Jawa Barat

gudrilogo.blogspot.com

Kujang merupakan senjata tradisional khas dari Jawa Barat, sementara Lubang Lima dalam senjata kujang sendiri menggambarkan mengenai Pancasila yang dijadikan Dasar Negara RI. Untuk lambing Sawah, Sungai, Kapas, Terusan, Padi, Bendungan dan Perkebunan sendiri melambangkan tentang daerah di Jawa Barat merupakan wilayah yang subur, sejahtera dan makmur.

Letak Geografis Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat terletak di Pulau jawa bagian Barat, dimana wilayahnya berbatasan langsung dengan area Laut Jawa di bagian utara, bagian timur dengan Jawa Tengah, bagian selatan dengan Samudera Hindia dan bagian barat dengan DKI Jakarta dan Banten.

Adapun area pantai utara termasuk dataran rendah. Sementara pada bagian tengah sendiri berupa pegunungan, yaitu merupakan bagian rangkaian pegunungan membujur mulai dari arah barat sampai timur di pulau Jawa.

Sementara titik tertingginya berada di Gunung Ciremay, terletak di barat daya Cirebon, dengan sungai-sungai cukup penting diantaranya sungai Cimanuk dan Citarum yang bermuara pada Laut Jawa.

Topografi Provinsi Jawa Barat

Ciri utama dari daratan di provinsi Jawa Barat merupakan bagian pada busur kepulauan berupa gunung api baik yang aktif maupun tidak aktif membentang mulai dari bagian ujung utara pada Pulau Sumatera sampai ujung utara pada Pulau Sulawesi.

Untuk daratan sendiri dibedakan berdasarkan area pegunungan curam di bagian selatan pada ketinggian 1.500 lebih mdpl, kawasan lereng bukit landau pada ketinggian 100-1.500 m dpl, area dataran luas bagian utara pada ketinggian sekitar 0-10 m dpl, serta kawasan aliran sungai.

Iklim Provinsi Jawa Barat

Iklim di provinsi Jawa Barat beriklim tropis, yang memiliki suhu sekitar 9 derajat celcius pada puncak gunung Pagrango serta 34 derajat celcius di bagian pantai utara. Dengan curah hujan sekitar 2.000 mm tiap tahun, tetapi untuk beberapa area pegunungan sendiri curah hujannya mencapai 3.000-5.000 mm tiap tahun.

Kependudukan Jawa Barat

Jawa Barat termasuk provinsi yang memiliki jumlah penduduk paling banyak di Indonesia. Dimana daerah yang memiliki kepadatan penduduk paling besar sendiri terletak di dekat kota Jakarta. Sementara Bandung sendiri sebagai ibukota Jawa Barat termasuk kota yang memiliki jumlah penduduk paling besar ketiga yang ada di Indonesia sesudah Jakarta dan juga kota Surabaya.

Adapun sebagian besar dari penduduk provinsi Jawa Barat ini yaitu Suku Sunda, dengan tutur bahasa memakai bahasa Sunda. Pada beberapa kota di bagian pesisir utara, bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa dengan dialek Cirebon, seperti halnya bahasa Jawa dengan dialek Tegal.

Pada daerah perbatasan DKI Jakarta, misalnya Kabupaten Bogor, Depok dan Bekasi sendiri bahara yang dituturkan adalah bahasa Indonesia dengan dialek Betawi. Karena adanya urbanisasi, maka penduduk di sekitar Jakarta sendiri terdiri atas beragam etnis yang ada di Indonesia, seperti Suku Batak, Suku Minang dan Suku Jawa.

Potensi Alam di Provinsi Jawa Barat

Jawa Barat juga termasuk provinsi dengan potensi sumber daya alam yang begitu melimpah. Pasalnya di tahun 2006, provinsi Jawa Barat mempunya lahan sawah dengan irigasi teknis yang luasnya mencapai 380.996 ha, sedangkan sawah yang beririgasi hanya setengah teknis mencapai 116,443 ha, serta sawah beririgasi secara non teknis mencapai 428.461 ha.

Adapun total dari saluran irigasi Jawa Barat mencapai 9.488.623 km, dimana sawah-sawah tersebut itulah yang di tahun 2006 sendiir menghasilkan sebanyak 9.418.882 ton padi, yang terdiri dari padi lading 315.082 ton dan padi sawah 9.103.800 ton.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.