[Lengkap] Pengertian dan Pengantar Ilmu Kependudukan

Ilmu kependudukan atau yang sering disebut dengan demografi, merupakan kata yang berasal dari Bahasa Yunani, yaitu ‘demos’ yang berarti orang dan ‘graphein’ yang berarti tulisan.

Berdasarkan asal kata tersebut, PBB mendefinisikan artian ilmu kependudukan sebagai sebuah studi keilmuan ilmiah yang di dalamnya mengkaji tentang manusia sebagai penduduk, terutama mengenai struktur, jumlah serta perkembangannya.

Selanjutnya, seorang ahli demografi bernama Bogue Member mendefinisikan ilmu kependudukan sebagai teknik studi matematik dan statistik terkait komposisi, jumlah dan juga distribusi yang dilakukan secara spasial mengenai manusia sebagai penduduk beserta perubahannya dari aspek-aspek tersebut yang selalu terjadi karena berjalannya lima proses siklus fertilitas dan mortalitas, migrasi, perkawinan, serta mobilitas sosial.

Sedangkan menurut Thomlison (1965), ilmu kependudukan merupakan proses analisis data yang bertujuan untuk memperoleh informasi dasar mengenai distribusi dan penyebaran penduduk, karakteristik serta perubahan-perubahan yang terjadi karenanya.

Ilmu kependudukan juga membahas hasil perubahan dari ketiga faktor tersebut serta menganalisis segala kemungkinan konsekuensi yang bisa terjadi karena hasil dari proses perubahan itu di masa depan.

Pengertian dan Pengantar Ilmu Kependudukan

Dalam ilmu kependudukan, tiga variabel pembahasan utamanya meliputi proses fertilitas, mortalitas dan juga migrasi. Siklus perubahan yang terjadi karena berjalannya ketiga variabel tersebutlah yang akhirnya dinamakan sebagai proses demografi. Untuk lebih mengetahui secara rinci ketiga komponen demografi tersebut, berikut penjelasannya :

1. Mortalitas

Dalam ilmu kependudukan, mortalitas adalah banyaknya jumlah kematian di satu populasi, dimana skala besar dari populasi tersebut dikali per satuannya. Adapun ukuran mortalitas yaitu :

a. CFR (Case Fatality Rate)

CFR tersebut merupakan angka kefatalan kasus yang merupakan jumlah perbandingan antara banyaknya kematian terhadap penyakit tertentu yang terjadi dalam kurun waktu 1 tahun dengan jumlah penduduk yang menderita penyakit tersebut di kurun waktu tahun yang sama.

b. CDR (Crude Death Rate)

CDR yaitu angka kematian kasar yang merupakan jumlah kematian kasar yang dicatat per tahun tiap 1000 penduduk yang mendiami suatu wilayah pada pertengahan tahunnya. Angka kematian kasar ini dihitung secara menyeluruh tanpa memperhatikan kelompok tertentu di dalam populasi dengan tingkat kematian yang berbeda satu sama lain.

c. ASDR (Age Spesific Death Rate)

ASDR yaitu angka kematian menurut golongan umur yang merupakan persentase perbandingan antara banyaknya kematian yang dicatat per tahunnya pada penduduk dengan golongan umur tertentu yang kemudian dibandingkan dengan jumlah penduduk golongan umur tertentu tersebut di pertengahan tahunnya.

d. UFMR (Under Five Mortality Rate)

Angka kematian balita dalam ilmu kependudukan dihitung dengan cara menggabungkan antara angka kematian bayi dengan angka kematian anak umur 1-4 tahun. Perlu diingat bahwa jumlah kematian balita tersebut dicatat per tahun tiap 1000 balita yang menduduki suatu wilayah pada periode tahun yang sama.

e. IMR (Infant Mortality Rate)

Angka kematian bayi merupakan jumlah perbandingan penduduk dengan umur kurang dari 1 tahun yang dicatat per 1 tahun dengan 1000 kelahiran hidup yang terjadi di tahun tersebut.

f. MMR (Maternal Mortality Rate)

Angka kematian ibu tersebut dihitung melalui jumlah kematian ibu yang terjadi karena komplikasi selama masa kehamilan, dalam persalinan maupun masa nifas yang dicatat per 1 tahunan untuk 1000 kelahiran hidup yang terjadi pada tahun yang sama..

2. Fertilitas

Dalam ilmu kependudukan, fertilitas atau kelahiran menjadi satu faktor yang berperan menambah jumlah penduduk selain faktor migrasi masuk. Fertilitas tersebut didefinisikan sebagai perwujudan proses reproduksi aktual dari seseorang atau individu yang dikenakan kepada seorang ataupun sekelompok perempuan di suatu wilayah tertentu.

Adapun ukuran-ukuran fertilitas tersebut adalah sebagai berikut :

a. CBR (Crude Birth Rate) Angka kelahiran kasar

CBR ini meliputi keseluruhan kelahiran hidup yang terjasdi dalam kurun waktu 1 tahun per 1000 jumlah penduduk di pertengahan tahun yang sama.

b. ASFR (Age Spesific Fertilty Rate) Angka fertilitas menurut golongan umur

ASFR dihitung dari banyaknya jumlah kelahiran ibu pada golongan umur tertentu yang pencatatannya dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun per 1000 penduduk wanita golongan umur tertentu pada tahun tersebut.

c. TFR (Total Fertility Rate) Angka fertilitas total

Pada ilmu kependudukan, TFR merupakan jumlah keseluruhan dari angka fertilitas menurut umur yang dicatat selama periode 1 tahun

3. Migrasi

Dalam ilmu kependudukan, migrasi atau perpindahan penduduk adalah satu dari tiga komponen dasar utamanya yang secara bersamaan dengan angka mortalitas dan fertilitas dapat mempengaruhi dinamika penduduk di suatu wilayah tertentu, yang meliputi komposisi, jumlah serta distribusi keruangan.

Demikianlah pengertian dan pengantar ilmu kependudukan. Semoga bermanfaat bagi pembacanya!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.