[Lengkap] Pengantar Ilmu Geologi | Pengertian dan Cabang Ilmu Geologi

Ada yang tahu apa itu Geologi? Atau malah kalian saat ini sedang mendalami nya di jurusan Geologi? Nah, untuk lebih jelas nya, artikel ini akan menjelaskan secara singkat mengenai pengertian dan cabang ilmu Geologi.

Pengertian Geologi

Geologi, secara etimologis kata ini diambil dari Bahasa Yunani, dimana Geo berarti bumi dan Logos berarti ilmu. Didasarkan dari etimologis keilmuan tersebut, geologi memiliki artian sebagai ilmu yang di dalamnya mempelajari tentang bumi.

Bumi adalah planet ketiga dalam sistem tata surya kita yang berbentuk bulat pepat dan berputar secara teratur pada poros pendeknya.

Cabang Ilmu Geologi

Cabang-cabang kajian ilmu geologi sendiri terdiri atas ruang lingkup yang cakupannya luas dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena masing-masingnya akan saling mendukung dan berkaitan. Cabang-cabang ilmu geologi tersebut yaitu.

1. Mineralogi

Cabang ilmu geologi ini mengkaji tentang mineral dan pendeskripsiannya. Pendeskripsian mineral tersebut mencakup seputar warna, goresan, kilap, pecahan, belahan dan sifat-sifat lain yang terkandung di dalamnya.

2. Petrologi

Ilmu ini mencakup tentang batuan dan materi lain yang menunjang pembelajaran terkait batuan, seperti klasifikasi batuan, deskripsi batuan, origin batuan dan lain sebagainya.

3. Sedimentologi

Di dalam sedimentologi, pembahasan keilmuannya mencakup mengenai pembelajaran terkait beragam jenis batuan sedimen yang di dalamnya meliputi klasifikasi, deskripsi dan proses terjadinya pembentukan batuan sedimen.

4. Stratigrafi

Cabang ilmu geologi yang satu ini mempelajari tentang tata urutan terbentuknya pelapisan batuan, pemerian dan proses terjadinya pemerian pada batuan tersebut.

5. Geologi Struktur

Sebagai salah satu cabang di dalam ilmu geologi, geologi struktur memiliki cakupan keilmuan yang mempelajari terkait arsitektur bentuk kerak bumi dan proses terjadinya pembentukan arsitektur kerak bumi tersebut.

6. Palentologi

Ilmu ini mendalami pembelajaran tentang aspek kehidupan yang terjadi di masa lampau yang berupa fosil. Fungsi mempelajari paleontology ini berguna dalam proses penentuan umur fosil beserta geologi sejarahnya.

7. Geomorfologi

Keilmuan ini berperan penting dalam proses mempelajari bentuk-bentuk bentang alam beserta proses terjadi dan terbentuknya bentang alam tersebut. Ilmu ini juga berguna dalam penentuan struktur geologi dan mengetahui pola terjadinya batuan penyusun di suatu daerah.

8. Geologi Terapan

Cabang ilmu geologi yang selanjutnya ini terbagi atas cabang keilmuan seperti Geologi Migas, Geologi Batubara, Geohidrologi, Geologi Teknik, Geofisila dan Geothermal, dimana ilmu-ilmu tersebut sangat berguna dalam menunjang kepentingan hidup manusia di dalam penghidupannya sehari-hari.

Lapisan Bumi

Berdasarkan perhitungan ilmiah, diameter bumi kurang lebih sepanjang 6.370 km, yang tersusun atas benda padat berupa batuan, benda cair dan gas atau udara.

Batuan sebagai salah satu unsur pembentuk bumi inilah yang dijadikan sebagai satu obyek utama dalam mempelajari ilmu geologi. Bumi terbentuk dari beberapa lapisan penyusunnya. Lapisan-lapisan tersebut diantaranya.

1. Atmosfer

Lapisan udara ini berperan sebagai penyelubung dan pelindung bumi dari benda-benda angkasa yang masuk ke bumi.

2. Hidrosfer

Lapisan ini merupakan lapisan air yang keberadaannya terletak di permukaan Bumi.

3. Biosfer

Di lapisan bumi inilah tempat kita hidup, sebab lapisan biosfer merupakan tempat hidup berbagai jenis makhluk hidup.

4. Lithosfer

Lithosfer adalah lapisan tempat batuan penyusun bumi berada. Di lapisan lithosfer inilah ruang lingkup dari pembelajaran ilmu geologi dipusatkan. Lapisan batuan penyusun bumi ini tersusun mulai dari permukaan hingga sampai ke inti dalam bumi. Selain tentang batuan bumi, ilmu geologi pun mempelajari tentang benda-benda di luar angkasa bahkan juga planet lain.

Lapisan Interior Bumi

Menurut penelitian lanjutan yang dilakukan oleh H. Jeffreys dan K.E. Bullen pada periode tahun 1932 -1942 dengan acuan penyelidikan dari E. Wiechert di tahun 1890-an melalui teori cepat rambat gelombang P dan S nya, Jeffreys dan Bullen mendefinisikan pembagian bentuk muka bumi ke dalam suatu lapisan-lapisan interior bumi yang tersusun atas inti dalam dan inti luar bumi, mantel bawah dan mantel atas bumi, serta kerak bumi dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Inti bumi

Inti bumi yang paling dalam memiliki kedalaman antara 5.140-6.371 km, kriteria penyusunnya berbentuk padat, berat, dan sangat panas. Sedangkan inti luarnya memiliki kedalaman antara 2.883 sampai 5.140 km dengan material penyusun berbentuk cair atau lelehan lebih ringan tetapi sangat panas.

2. Mantel bumi

Mantel bumi terdiri dari lapisan mesosfer dan astenosfer. Lapisan mesosfer kedalamannya yaitu 350-2.883 km dengan material berbentuk padat, bertekanan tinggi, panas, dan keras. Sedangkan lapisan astenosfer memiliki kedalaman 100-350 km dengan bentuk material lemah, mudah terdeformasi oleh panas dan tekanan, serta bersifat plastis.

3. Kerak bumi (Litosfer)

Lapisan kerak bumi ini kedalamannya berkisar antara 0-100 km dengan kriteria material penyusunnya yang bersifat padat, dingin, kaku, rapuh, dan ringan. Kerak bumi tersebut terbagi atas dua lapisan yang terdiri dari kerak benua yang tebal dan kerak samudera yang tipis.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.