Pengertian, Konsep dan Daftar Bidang Ekstrakulikuler Sekolah

Pengantar Ekstrakurikuler sekolah harus benar-benar dipahami sebelum Ekstrakurikuler sekolah dibentuk. Dengan memahami ilmu pengantarnya, perumusan Ekstrakurikuler akan lebih tepat sasaran dan tepat guna.

Maksudnya, kegiatan Ekstrakurikuler yang diadakan benar-benar bisa menjadi wadah bagi para siswa untuk memaksimalkan kemampuan dan juga bakatnya.

Pada dasarnya, pengantar Ekstrakurikuler sekolah adalah lingkup bidang yang mencakup definisi, konsep, pelaksanaan dan pembagian bidang Ekstrakurikuler sekolah.

Pemahaman terhadap lingkup-lingkup tersebut mampu menciptakan rumusan kegiatan ekstra yang menarik, apik, serta memudahkan guru dalam memaksimalkan potensi siswa.

Pengertian Ekstrakurikuler Sekolah

Kegiatan Ekstrakurikuler sekolah adalah sebuah kegiatan terstruktur yang bertujuan untuk mengembangkan potensi sekaligus mengarahkan minat siswa.

Melalui bimbingan tenaga pendidik yang berpengalaman (tidak harus seorang guru), siswa yang mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler diharapkan mampu menumbuhkan sifat positif.

Sifat positif yang dimaksud adalah sikap yang berkaitan dengan motifasi diri, kemampuan menyelesaikan masalah serta kemampuan komunikasi.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan kesiswaan, kegiatan Ekstrakurikuler sekolah merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memperkaya pengetahuan siswa sehingga mampu mengembangkan sikap dan nilai-nilai positif dalam dirinya.

Sedangkan menurut kamus besar bahasa indonesia, Ekstrakurikuler sekolah adalah kegiatan yang berada diluar kegiatan kurikulum. Pelaksanaan Ekstrakurikuler sekolah berada diluar jam belajar yang tercantum dalam kurikulum sehingga siswa bebas memilih Ekstrakurikuler mana yang sesuai dengan bakat dan minat Mereka masing-masing.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa estrakulikuler sekolah adalah media pengayaan, perbaikan dan pengembangan potensi siswa diluar jam pembelajaran sekolah.

Konsep Ekstrakurikuler Sekolah

Aspek dalam pengantar Ekstrakurikuler sekolah yang tak boleh ketinggalan adalah konsep. Agar peserta didik tertarik mengikuti ekstrakulikuler, setiap kegiatan didalamnya harus dikemas secara menarik.

Para guru harus ingat bahwa kegiatan Ekstrakurikuler bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa dan sebaiknya tidak dilakukan di dalam ruang kelas.

Namun pada penerapannya, banyak kegiatan Ekstrakurikuler yang justru dilakukan di dalam kelas layaknya pembelajaran foral. Konsep seperti ini membuat siswa merasa bosan dan kurang tertarik mengikuti kegiatan ekstrakulikuler

Konsep dasar yang benar-benar harus dipegang dalam pengadaan Ekstrakurikuler sekolah adalah konsep dasar kepemimpinan dan pengajaran life skill. Artinya, Ekstrakurikuler harus mampu menumbuhkan jiwa kemandirian dan memperkaya ketrampilan anak berdasarkan bidang Ekstrakurikuler yang diikutinya.

Adapun waktu kegiatan Ekstrakurikuler adalah 2 jam pelajaran setiap minggunya. Tempat pelaksanaan kegiatan bisa bervariasi tergantung keperluan, bisa bersifat indoor maupun outdoor.

Daftar Bidang Ekstrakurikuler Sekolah

Satu hal lagi yang tak boleh luput dari bahasan, yaitu daftar bidang ekstrakulikuler. Terkait bidang Ekstrakurikuler sekolah, ada beberapa jenis Ekstrakurikuler yang dapat membantu siswa mengoptimalkan kemampuan dirinya. Beberapa bidang Ekstrakurikuler tersebut antara lain:

1. Krida

Krida merupakan jenis Ekstrakurikuler yang berkaitan dengan sifat kepemimpinan. Jenis Ekstrakurikuler yang berkaitan dengan bidang ini antara lain Pramuka, PASKIBRAKA, LDK, PMR dan lain sebagainya.

2. Karya ilmiah

Bidang karya ilmiah adalah bidang yang terkait degan pengembangan kemampuan siswa dari segi keilmuan, contoh jenisnya adalah karya ilmiah remaja (KIR), bimbingan olimpiade dan jurnalistik.

3. Lokakarya

Bidang lokakarya dapat diaplikasikan melalui kegiatan bazar, seminar dan pameran dengan substansi pendidikan, sosial dan budaya.

Pendapat lain juga mengungkapkan bahwa bidang Ekstrakurikuler sekolah dapat dibagi menjadi kategori yang lebih umum seperti agama, budaya, kesehatan, kepemimpinan dan pendidikan.

Sedangkan menurut Departemen pendidikan dan kebudayaan, Ekstrakurikuler sekolah hanya dibagi menjadi dua jenis, yaitu kegiatan yang bersifat sesaat dan kegiatan yang bersifat berkelanjutan.

Kegiatan Ekstrakurikuler yang bersifat sesaat adalah kegiatan Ekstrakurikuler yang biasanya hanya dilakukan sekali saja. Umumnya, kegiatan seperti ini lebih bersifat outdoor dan menyenangkan. Adapun contohnya antara lain rekreasi dan studi banding.

Sedangkan kegiatan Ekstrakurikuler yang bersifat berkelanjutan adalah kegiatan ekstra yang perlu beberapa kali pertemuan tatap muka. Jenis Ekstrakurikuler yang termasuk dalam jenis ini biasanya memiliki tingkatan khusus dan memiliki standart kelulusan.

Nah, itulah tadi beberapa cakupan pengantar Ekstrakurikuler sekolah tak boleh terlewatkan. Penguasaan terhadap materi pengantar Ekstrakurikuler sekolah seperti yang dipaparkan sebelumnya akan membantu para guru menemukan konsep dan jenis ektrakulikuker yang paling tepat untuk diterapkan.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.