Contoh Pidato Kemerdekaan yang Membakar Semangat

Dalam menyusun naskah pidato yang bertemakan kemerdekaan cukup mudah. Kenapa dibilang mudah? Karena dalam mengumpulkan bahan materinya tidak terlalu susah. Banyak hal-hal yang menyangkut kemerdekaan yang bisa kita angkat sebagai topik dalam pidato.

Mulai dari arti kemerdekaan, cara mengisi kemerdekaan, sejarah kemerdekaan, dan masih banyak lagi topik-topik mengenai kemerdekaan yang tentunya menarik untuk diangkat apalagi pada momen yang tepat seperti pada saat 17 agustus.

Dalam membuat naskah pidato kemerdekaan sebaiknya menggunakan kalimat-kalimat yang bisa menyentuh hati pendengar. Selain itu gaya membawakan pidato harus dengan suara yang tegas dan lantang agar bisa membakar semangat pendengar juga.

Contoh pidato kemerdekaan terbaik yang pernah ada di Indonesia adalah pidato yang disampaikan oleh bapak pahlawan proklamator serta presiden pertama kita, Ir. Soekarno, pada 17 agustus 1963 di Senayan, yang berhasil menyihir seluruh masyarakat di Indonesia pada saat itu.

Contoh Pidato Kemerdekaan

Pada hari-hari besar nasional seperti hari kemerdekaan ataupun hari pahlawan, biasanya diadakan lomba-lomba pidato yang bertemakan kemerdekaan. Berikut adalah contoh pidato kemerdekaan yang bisa membakar semangat pendengar dengan mengambil topik yaitu “Makna Kemerdekaan Yang Hakiki”.


Assalamu Alaikum Wr, Wb

Selamat pagi/malam dan salam sejahtera untuk kita semua

Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan izinnyalah kita masih bisa menghirup udara sampai dengan hari ini, dan bisa berkumpul ditempat yang insha Allah senantiasa dirahmati Allah SWT. Shalawat serta salam pula kita sanjungkan pada nabi besar kita Muhammad SAW. Tidak lupa juga kita panjatkan doa kepada para pahlawan kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan yang bisa kita nikmati sampai saat ini.

Yang saya hormati Bupati Gorontalo Utara, bapak Drs. H. Indra Yasin, yang saya hormati ketua panitia penyelenggara lomba pidato kemerdekaan, bapak Zulkifli Rasjid, dan salam hormat kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir pada tempat ini.

MERDEKAA !!

Pada hari ini di tanggal ini pada tepat 71 tahun yang lalu, Negara kita Indonesia telah berhasil mencatat sejarah besar dengan meraih kemerdekaan setelah bertahun-tahun tanah air ini dikuasai oleh para penjajah.

Tenaga, waktu, pikiran, serta nyawa telah dikorbankan oleh para pahlawan kita dalam meraih kemerdekaan ini. Dengan bekal semangat juang yang besar, tanpa gentar mereka melawan para penjajah yang dilengkapi dengan senjata canggih pada saat itu.

Sekarang, pada hari ini, Negara kita sudah berumur 71 tahun. Apakah yang diinginkan para pahlawan kita terdahulu sudah benar-benar tercapai? Apakah kita sudah benar-benar merdeka pada hari ini?

Banyak orang yang menyerukan kata MERDEKA setiap tahunnya pada saat 17 agustus. Tapi apakah mereka tahu arti dari kata MERDEKA itu? Memang benar jika dilihat sekilas Negara kita sudah merdeka. Tak ada lagi penjajah yang terang-terangan menguasai tanah air kita dengan seenaknya mereka. Tak ada lagi ketakutan dan kecemasan akan kekejaman seperti yang dialami negeri ini dahulu kala.

Benar, kita sudah merdeka dan terbebas dari hal tersebut. Tapi jika kita lihat lebih kedalam, cobalah anda peka dan rasakan apa yang terjadi di Negara ini. Lihatlah mereka yang tidak bisa merasakan kelimpahan alam kekayaan yang dimiliki Negara. Lihatlah mereka yang harus diusir dari tanah mereka sendiri oleh perusahaan asing. Siapakah mereka yang terzholimi itu? Siapakah mereka? Mereka adalah korban dari tidak becusnya Negara ini dalam mengolah kekayaan alamnya sendiri. Mereka adalah korban dari tidak siapnya Negara ini untuk menjadi Negara yang merdeka. Dan mereka adalah kita. Mereka adalah Indonesia.

Para pahlawan kita sudah berjuang, para pahlawan kita sudah mengorbankan segala apa yang mereka miliki. Sekarang saatnya giliran kita, perjuangan mereka tidak berakhir begitu saja, tidak berlalu begitu saja, tidak hanya kita jadikan kenangan yang terus kita peringati setiap tahunnya. Tapi perjuangan mereka harus terus kita lanjutkan, ini tugas kita semua sebagai Indonesia, bukan hanya tugas para pemimpin, bukan hanya tugas para pejabat, bukan hanya tugas para pemerintah, ini tugas kita, ini tugas Indonesia.

Sudah saatnya kita bangkit dan berbuat hal yang bisa memajukan negeri ini, karena kalau bukan kita siapa lagi, sekarang bukan saatnya untuk berdiam diri, ini Negara kita, kita yang punya tanggung jawab untuk membangun tanah air kita. Seperti yang kita ketahui, Negara yang hebat adalah Negara yang menghargai jasa para pahlawannya. Seperti apa menghargai jasa mereka? Apakah hanya dengan melaksanakan kegiatan kemerdekaan setiap tahun seperti ini? bukan ini yang mereka harapkan, mereka tidak memerlukan pujian kita, mereka tidak memerlukan kita untuk selalu mengenang mereka. Yang mereka sangat perlukan dari kita adalah kekuatan kita dalam menjaga kemerdekaan ini.

Jadi sudah merdekakah Negara kita ini? jawabannya ada di dalam diri kita sendiri. Apakah kita sudah siap melawan penjajah yang secara tidak langsung menjajah kita dengan mengambil kekayaan yang kita miliki? Bisakah kita mengolah kekayaan kita sendiri tanpa harus meminta bantuan kepada Negara lain? Jika belum, berarti kita adalah bangsa yang belum siap merdeka. Ini bukan hanya tugas pemerintah, ini tugas kita semua. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meraih kemerdekaan yang hakiki, asalkan kita tidak hanya berdiam diri dan menjadi penonton setia yang setiap saat hanya mengkritik pemerintah.

Demikianlah pidato singkat saya, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan dihati bapak/ibu sekalian.

Marilah kita sama-sama saling berpegang erat untuk membangun Negara kita ini untuk menjadi lebih baik lagi. Semoga Tuhan menjaga kita semua. Terimakasih dan Assalamu alaikum wr.wb

MERDEKA !!!


Demikian contoh pidato kemerdekaan. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.