6 Cerita Anak Islami yang Menginspirasi | kisah inspiratif islam | Cerita Motivasi Islam

Anda sedang mencari cerita-cerita islami untuk diceritakan kepada Putra dan Putri Anda? Tenang, di dalam artikel kali ini terdapat beberapa cerita islami yang bisa menjadi inspirasi. Seamat menikati.

Kumpulan Cerita Pendek Islami

Berikut beberapa contoh cerita islami dari berbagai sumber.

1. Kesabaran Ibu yang Memiliki Anak Autis

Putriku, sebuah surat kabar memuat kisah tentang perjuangan seorang ibu yang anaknya menderita penyakit Autis. Autis adalah gangguan perkembangan khususnya yang ter jadi pada masa anak-anak. Anak autis membuatnya tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.

Mengetahui anaknya menderita autis, sang ibu merasa sedih, frustasi, dan kecewa. Namun, din segera sadar bahwa apa yang dilakukannya itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kemudian din mulai mempelajari masalah-masalah yang terkait dengan penyakit Autis. Dengan penuh kegigihan, dia membawa anaknya itu ke Australia.

Sang ibu terus menimba ilmu. Salah satunya melalui Internet. Ia berkonsultasi dengan pakar Autis di luar negeri. Berbagai terapi telah di jalani untuk anaknya. Karena keseriusannya ini, die juga berhasil meraih gelar Master Health Counseling dari Curtin University dan berhasil menulis tiga buah buku tentang Autis. Kejadian itu juga membuatnya untuk lebih dekat dengan anaknya dan juga mensyukuri nikmat yang telah diberikan-Nya.

Ilmu yang didapatnya menyebutkan bahwa anak Autis memiliki kelemahan dalam pendengaran, tetapi memiliki kelebihan dalam penglihatan. Sang ibu kemudian membangkitkan kelebihan tadi. Bersama suami, ia memperkenalkan berbagai prof esi berdasarkan kelebihan dalam penglihatan. Di kelas enam, anaknya yang menderita Autis mulai menekuni dunia fotografi. Kelak, ia ingin men jadi seorang fotografer. Anaknya kini juga sudah mahir berbahasa Inggris.

Putriku tersayang, jika kamu mau bersabar, belajar, dan berjuang sekuat tenaga datum mewujudkan cita-citamu, Insya Allah kamu akan berhasil mendapatkannya. Semangat kamu dalam menuntut ilmu hari ini akan menentukan masa depan kamu kelak.

2. Kisah Asiyah, Istri Fir’aun

Asiyah namanya. Dia adalah istri Fir’aun yang taat dan beriman kepada Allah. keyakinannya ini sangat jauh berbeda dengan Fir’aun suaminya. Asiyah memiliki akhlak yang baik, sementara Fir’aun dikenal sebagai orang jahat.

Ketika Fir’aun telah membunuh Masyithah seorang wanita beriman, dia menemui Asiyah dan memamerkan kekuatannya didepan istrinya, lalu memberitahukan keislamannya, maka Fir’aun menjadi marah. Fir’aun bersumpah akan menguji Asiyah dengan kematian atau Asiyah kafir kepada Allah. Lalu Fir’aun memerintahkannya, ia membentangkan kedua tangannya di atas papan dan mengikat tangan don kakinya diatas pasak besi.

Fir’aun memerintahkan tentaranya untuk memukulinya, sehingga darah mengalir dari badannya. Ketika siksaan semakin pedih dan hampir menunjukan kematian, die melihat ke langit dan berdoa: “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-MU dalam Firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.”

Doanya dikabulkan Allah. Make Allah Swt. menampakkan Istananya dilangit lalu is tersenyum kemudian meninggal.

Iya, istri dari Raja itu telah meninggal. Dia berada dalam kenikmatan yang besar, yaitu surga Allah Swt. Asiyah telah kembali kepada Tuhannya, dan kebaikan senantiasa ada padanya.

3. Kisah Masyithah, Pelayan Putri Fir’aun

Masyithah pelayan putri Fir’aun. Dia adalah wanita yang berani mempersembahkan jiwa raga untuk agama. Dia seorang ibu yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Mencintai anak-anaknya dengan cinta yang tulus. Masyithah berjuang, bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat.

Anak-anak Masyithah mati syahid disiksa oleh Fir’aun. Itulah peristiwa dahsyat yang dihadapi Masyithah, sosok yang menakjubkan dalam cinta kepada Allah Swt. Dia seorang ibu yang sangat sabar dan memiliki anak-anak yang saleh dan balk hati,

Masyithah telah merasakan beragam kezhaliman dan penyiksaan. Semua ketidaknyamanan itu dihadapinya dengan tegar sampai akhirnya ia bertemu dengan Tuhannya dengan ridha dan diridhai. Masyithah mengajarkan kepada kita tentang sempurna dalam berkorban. Ia telah sukses mendidik anak-anaknya untuk mempersembahkan nyawa mereka untuk berjuang di jalan Allah Swt.

Rasulullah Saw. bercerita kepada kita, “Ketika menjalani Isra dan Mi’raj, aku mencium bau yang sangat harum.” “Wahai Jibril, bau harum apa ini?” tanya Rasulullah. Jibril menjawab, “Ini bau harum Masyithah pelayan putri Fir’aun – dan anak-anaknya.” Soya bertanya, “Apa kelebihan Masyithah?”

Jibril menjawab, “Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun. Sisirnya jatuh dari tangannya. Ia berkata, ‘Bismillah.’ Putri Fir’aun kaget dan berkata kepadanya, ‘Dengan menyebut nama ayahku. Ia menolak. ‘Tidak. Akan tetapi Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah. Ia menyuruh putri itu untuk menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya.

Putri itu pun menceritakan kepada Fir’aun. Make Fir’aun memanggil Masyithah. Fir’aun bertanya, ‘Wahai Masyithah, apakah engkau punya Tuhan selain aku?’

Ia menjawab, ‘Ya, Tuhan soya dan Tuhan kamu adalah Allah’. Fir’aun marsh besar. Ia memerintahkan dibuatkan tungku besar yang diisi timah panas ; agar Masyithah dan anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. Masyithah tidak menyerah. Begitu juga anak-anaknya. Masyithah meminta satu hal kepada Fir’aun, ‘Saya minta tulangku dan tulang anak-anakku dibungkus menyatu dengan kain kafan’. Fir’aun menuruti permintaannya.

Putriku, Masyithah telah lama wafat. Tapi, kisahnya ini dapat kita ambil pelajaran tentang pengorbanan seorang muslimah di jalan Allah. Masyithah adalah teladan bagi kaum muslimah yang ingin berbuat kebaikan dan beriman kepada Allah.

4. Kisah Muslimah Kulit Hitam Penghuni Surga

Suatu ketika Ibnu Abbas berkata kepada seorang sahabatnya, “Maukah engkau aku tunjukkan kepada seorang wanita ahli surga?” Sahabatnya menjawab, “Mau.” Ibnu Abbas pun bercerita: Wanita berkulit hitam itu pernah datang menemui Rasulullah Saw. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, aku terserang penyakit epilepsi hingga terbuka auratku. Berdoalah kepada Allah agar aku disembuhkan.”

Rasulullah Saw. bersabda, “Jika engkau mau bersabar, maka engkau akan masuk surga. Tapi jika engkau mau aku akan berdoa untuk kesembuhanmu.”

Wanita itu berkata, “Aku akan bersabar.”

Sesaat kemudian berkata lagi, “Tetapi karena penyakit itu, auratku menjadi terbuka, berdoalah agar auratku tidak terbuka.” Kemudian Rasulullah berdoa untuknya.

Putriku tersayang, dari kisah ini kita mendapat pelajaran. Dia adalah muslimah yang Iebih menginginkan surga daripada dunia. Dia meminta kepada Rasulullah agar diberi kesabaran dalam hidupnya sehingga kelak Allah akan menganugerahinya surga. Sungguh, pilihannya bersabar didasari keimanan yang tinggi. Bahwa sebaik-baik balasan bagi orang yang sabar adalah surga.

5. Kisah Keteladanan Ibu-ibu Palestina

Putriku tersayang, tahu tidak di mana letak Palestina? Ye, dia terletak di wilayah Timur Tengah tepatnya di benua Afrika. Apa yang istimewa dari Palestina? Di Negara itu terdapat Masjidil Aqsha. Masjid ini adalah masjid yang diberkahi Allah. Rasulullah Saw. pernah berkiblat ke arah masjid ini, namun kemudian kembali lagi berkiblat ke arah Ka’bah di Masjidil Haram.

Keistimewaan lainnya, negeri ini adalah tempat lahir beberapa orang Nabi. Banyak juga ulama-ulama terkenal lahir di negeri ini. Sebut saja misalnya, Imam Asy-Syafil seorang ahli fikih terkenal, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani seorang ahli hadits terkenal, hingga mujahid-mujahid terkenal seperti 5yaikh Abdullah zzam, Syaikh Izzuddin Al-Qassam, hingga 5yaikh A hmad Yasin.

Tapi sayangku, kini Palestina dengan Masjidil Aqsha-nya sedang di jajah dan dizalimi oleh Zionis Israel. Para penjajah itu telah membunuh banyak rakyat Palestina. Di antaranya adalah wanita-wanita dan anak-anak. Sungguh kasihan, setiap hari ada saja yang mati dibunuh oleh penjajah tersebut. Rumah-rumah hancur, ayahnya menjadi cacat sehingga tak mampu bekerja. Akhirnya, istri dan anak-anaknyalah yang bekerja.

Bagi mereka, keputusasaan tak ada gunanya. Biar bagaimanapun mereka tetap harus hidup walaupun apa adanya. Meskipun hanya makan beberapa potong roti dalem sehari.

Seorang ibu bernama Renaya, harus bekerja menjahit pakaian untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya. Ibu yang lain seperti Ummu Hilmi bekerja sebagai pembuat kue.

Ummu Mahrus bekerja sebagai pembuat boneka. Mereka bekerja dari pagi sampai malam memasarkan barang-barang yang mereka buat. Mereka tidak suka meminta-minta. Mereka lebih suka bekerja walaupun hasilnya apa adanya. Yaitu hanya mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.

Putriku tersayang, apa yang membuat mereka begitu kuat dan tegar menghadapi ujian don cobaan tersebut? Ya, karena mereka memiliki iman. Mereka yakin dengan pertolongan Allah. Mereka yakin pada saatnya nanti rakyat Palestina akan merdeka. Kemudian mereka dapat hidup layaknya dengan tenang, aman, dan nyaman. Untuk memperoleh hal tersebut, mereka harus berjuang dengan penuh kesungguhan.

Putriku tersayang, ibu-ibu Palestina adalah contoh teladan bagi kita. Sementara orang lain di luar Palestine banyak yang berputus asa karena satu ujian yang tak seberapa, mereka begitu kuat menghadapi u jinn yang sangat besar. Mereka sangat sabar dan bersyukur atas nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya.

6. Kisah Kekayaan Seorang Raja

Di sore yang indah dan sejuk, Khalifah Harun Al Rasyid berbincang bersama penasihatnya. Khalifah memanfaatkan suasana yang menyenangkan itu untuk meminta nasihat kepada sang penasihat.

“Aku ingin engkau memberikan nasihat agar aku menjadi pemimpin yang lebih bijak,” pinta Khalifah.

Sang penasihat merasa dia sudah banyak memberi nasihat. DIa berpikir, nasihat apa lagi yang bisa dia berikan. Kemudian, dia berkata, “Tuan, apa saya boleh minta dua gelas air putih?”

Segera Khalifah meminta pelayan membawa dua gelas air putih. Segelas untuk penasihat dan satu lagi untuk dirinya.

“Tuan, jika saat ini sedang berada di padang pasir yang sangat gersang, pastinya Tuan akan kehausan. Kemudian, ada seseorang yang membawa segelas air untuk Tuan tapi harus dibayar dengan sangat mahal. Tuan akan menebusnya dengan apa?” ucap sang penasihat.

“Aku akan menukarnya dengan separuh kerajaanku,” ucap Khalifah.

“Baiklah, mari kita minum air ini,” ucap penasihan.

“Tuan, seandainya air itu tidak bisa keluar dari tubuh Tuan hingga berhari-hari, Tuan berani membayar berapa agar bisa keluar?” tanya penasihat lagi.

“Aku akan menyerahkan separuh negaraku yang tersisa untuk membayarnya,” jawab Khalifah tegas.

“Baik, sekarang Tuan sadar ternyat a harga kerajaan tidak lebih dari segelas air putih,” ucap penasihat.

“Itulah kekayaan manusia jika dibandingkan dengan kekayaan Allah Swt.” lanjut sang penasihat.

Khalifah Harun Al Rasyid termenung mendengar nasihat tersebut. Subhanallah, kekayaan manusia memang tidak sebanding dengan kekayaan Allah Swt.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.